Skip to main content

Tahapan-Tahapan Audit Keuangan yang Harus dilakukan

Tahapan Audit Keuangan secara runtut perlu dilakukan pada kegiatan yang sudah tersistematis,
seperti suatu perusahaan. Audit merupakan aktivitas pengumpulan dan pemeriksaan
bukti yang terkait pada informasi untuk menentukan dan membuat laporan. Adanya
audit bertujuan untuk memastikan bahwa semua transaksi yang terjadi pada
perusahaan telah dicatat dan dimasukkan ke dalam jurnal dengan segala
kelengkapannya. Kelengkapan transaksi menjadi sangat penting sebagai bukti
transaksi yang terjadi pada perusahaan.

  • Penerimaan Perikatan Audit
Tahapan Audit Keuangan pertama kali yang harus dilakukan yaitu dengan penerimaan perikatan audit. Perikatan adalah suatu kesepakatan dua pihak untuk mengadakan suatu ikatan perjanjian. Seorang client atau konsumen yang membutuhkan jasa auditing seperti mengadakan
suatu ikatan agreement atau perjanjian dengan auditor. Client akan menyerahkan pekerjaan audit kepada auditor untuk melaksanakan pekerjaan audit berdasarkan kompetensi yang profesional.
Langkah pertama yaitu dengan menerima perikatan audit dari calon client. Kemudian
ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu mengevaluasi integritas
manajemen, menentukan kompetensi, mengidentifikasi keadaan khusus dan risiko, menentukan
kualitas dan kemampuan untuk menguji kemahiran dan lain-lain.
  • Perencanaan Proses Audit
Setelah melakukan penerimaan perikatan audit, selanjutnya yaitu perusahaan melakukan perencanaan audit. Ada beberapa hal yang harus dipahami sebelum merencanakan audit seperti
memahami bisnis. Pihak client akan memberikan guide atau tutor tentang
sumber informasi untuk pihak auditor.
Prosedur analitik yang dilakukan dalam audit meliputi identifikasi perhitungan, analisa
data, identifikasi perbedaan yang signifikan, dampak hasil prosedur analitik, dan
lain-lain. Pada proses perencaan ini, audit juga harus mempertimbangkan tingkat
laporan keuangan dan tingkat saldo.
Hal yang tidak boleh dilewatkan yaitu risiko dari perencanaan audit, pemahaman dan
pengujian pengendalian intern, penaksiran risiko pengendalian dan lain-lain. Perencanaan
proses audit juga mempertimbangkan beberapa hal seperti faktor memberikan
pengaruh saldo, pemahaman pengendalian intern, dan pengembangan strategi audit
awal. Dengan memikirkan seluruhnya secara matang, tentu laporan keuangan dapat
dibuat dengan perencanaan yang tepat.  
  • Pelaksanaan Pengujian Audit
Tahap selanjutnya yaitu pelaksanaan pengujian audit. Pada pelaksanaan pengujian audit ini ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Seperti pengujian analitik, pengujian substantif dan pengujian pengendalian. Pengujian analitik dilakukan oleh auditor dengan mempelajari data-data dan informasi yang berkaitan dengan bisnis klien dan membandingkannya dengan data atau informasi lain.
Pengujian analitik adalah pengujian yang dilakukan untuk melakukan evaluasi informasi
keuangan yang satu dengan keuangan yang lainnya. Tujuan melakukan pengujian ini
yaitu untuk memperoleh asersi tertentu yang berhubungan dengan saldo rekening
ataupun jenis transaksi lainnya.
Pengujian substantif yaitu pengujian yang menentukan apakah semua tujuan audit sebenarnya  berkaitan dengan transaksi. Tercatat telah terpenuhi di masing-masing kelas transaksi. Salah satu contoh auditor dengan menguji substantif atas transaksi untuk menguji apakah transaksi yang dicatat benar-benar ada dan seluruh transaksi sudah dicatat. Pengujian ini dilakukan
untuk menemukan kesalahan yang langsung memberikan pengaruh pada laporan
keuangan.
Sedangkan pengujian pengendalian yaitu pengujian yang dilaksanakan terhadap rancangan pelaksanaan suatu prosedur maupun kebijakan struktur pengendalian internal. Pengujian yang
dilakukan auditor untuk menilai efektivitas prosedur dan pengendalian yang berguna  mendeteksi dan mencegah kesalahan saji materi dalam suatu asersi laporan keuangan.
  • Pelaporan Audit
Tahap terakhir yaitu pelaporan audit keuangan dimana menjadi media yang digunakan
oleh pihak auditor dalam melakukan komunikasi dengan pihak eksternal disekitarnya.
Laporan ini merupakan laporan dalam bentuk komunikasi auditor dengan pihaknya.
Pelaporan audit tidak boleh sembarang yang harus sesuai dengan bukti di
lapangan.
Laporan audit harus memiliki kejelasan informasi yang disajikan. Seperti jenis jasa
yang berikan, lingkup audit pelaksanaan, objek yang audit, tujuan audit dan
rekomendasi yang diberikan untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Selain itu,
pelaporan audit ini juga harus jelas dalam rencana yang akan digunakan untuk
tahapan selanjutnya.
Laporan audit menjadi tanggung jawab yang besar dimana sebagai penentu untuk menjalin kerja
sama atau tidak. Pelaporan terkait audit yang dilakukan secara otomatis akan
memberikan dampak positif pada proses penyusunan laporan keuangan. Jika dalam
membuat laporan audit sembarangan dan tidak bertanggung jawab, maka nama kantor
akuntan publik pun akan tercemar dan bahkan ada hukuman dari pihak berwajib.

6 Langkah Melakukan Proses Audit

  • Meminta Dokumen yang dibutuhkan
Langkah pertama dalam melakukan proses audit yaitu dengan meminta dokumen yang dibutuhkan. Setelah mengkonfirmasi bahwa auditor akan mendatangi client, maka auditor meminta dokumen yang dibutuhkan terkait kebutuhan audit.
Auditor terkadang sudah mengirimkan daftar dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk proses
audit kepada client. Dokumen tersebut biasanya rekening koran, salinan
laporan audit sebelumnya, nota keuangan dan buku besar. Auditor biasanya juga
meminta bagan organisasi client dan daftar nama dewan komite terkait.
  • Mempersiapkan Rencana Audit
Ketika dokumen-dokumen yang dibutuhkan sudah tersedia, auditor akan memeriksa
informasi yang terkandung dalam dokumen tersebut. Setelah itu ia akan
merencanakan bagaimana proses audit akan dilakukan. Setiap auditor akan
memiliki gaya pengauditan sendiri-sendiri tetapi tetap mengindahkan kode etik
sebagai auditor.
Tim Audit dapat melakukan workshop risiko untuk mengidentifikasi kemungkinan
masalah yang akan muncul selama proses audit berlangsung. Kemungkinan auditor
akan menyusun rencana audit sesuai diskusi atau workshop yang sudah
dilakukan oleh tim Audit.
  • Menjadwalkan Rapat Terbuka
Auditor akan mengundang manajemen senior, staff administrasi utama, general affair dari
pihak client dalam rapat terbuka. Dalam rapat ini, auditor akan mempresentasikan ruang lingkup audit atau audit scome, waktu pelaksanaan audit dan masalah lain yang sekiranya berkatan dengan prose audit.
  • Kerja Lapangan
Auditor akan
mengambil informasi yang dikumpulkan melalui rapat terbuka dan menggunakannya
untuk mewujudkan Rencana Audit. Kerja lapangan ini kemudian dilaksanakan dengan
berkomunikasi terlebih dulu dengan anggota staf dan meninjau prosedur serta
proses audit. Auditor akan menguji kepatuhan client terkait dengan
pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan PSAK.
Kontrol internal
akan dievaluasi untuk memastikan bahwa hal tersebut benar-benar dijalankan
secara nyata dan memadai. Pihak auditor juga akan mendiskusikan suatu masalah
ketika masalah tersebut muncul pada client. Hal tersebut untuk
memberikan kesempatan pada client agar dapat memberikan feedback.  
  •  Menyusun Laporan
Auditor akan
menyiapkan laporan audit yang berisi rincian temuan-temuan selama proses audit
dilakukan. Auditor juga akan menulis komentar terkait temuannya dan
merekomendasikan solusi kepada client.

Berbagai
Dokumen Mudah dibuat dan Aman dengan Finata

Kini membuat dan menyimpan berbagai dokumen berkaitan dengan perusahaan atau bisnis tidak lagi sulit. Sekarang ada Finata yang merupakan Software Bisnis yang akan memecahkan berbagai permasalahan penyusunan laporan perusahaan. Selain fitur Finata yang lengkap, software ini juga menyediakan platform pengelola bisnis yang berguna untuk mendukung UMKM dengan sistem berbasis web.
Tahapan Audit Keuangan tentu membutuhkan berbagai syarat dokumen yang harus Anda buat. Nah, salah satu fitur dari Finata yaitu laporan lengkap yang dapat digunakan untuk membuat keuangan internal, pajak hingga analisanya pun dapat Anda lakukan disini.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Ilmu Akuntansi

Cara Membuat Jurnal Umum Cara membuat jurnal umum  cukup mudah bagi seseorang yang berprofesi sebagai akuntan. Namun, bagi mereka yang masih awam dengan ilmu akuntansi, tentunya merasa kesulitan dan kewalahan dalam menyusunnya. Padahal, jurnal umum menjadi tahap yang paling mendasar dalam menyusun sebuah laporan keuangan. Banyak ilmu dasar yang harus dipelajari sebagai pedoman saat mengidentifikasi setiap transaksi yang terjadi. Kesalahan dalam melakukan identifikasi dalam penyusunan jurnal umum, maka siklus selanjutnya otomatis akan keliru. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memahami ilmu dasar akuntansi sebagai pedoman awal dalam menyusun keuangan di setiap periode. Langkah Mudah Mempelajari Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Siklus Akuntansi Dalam pembuatan jurnal umum, ada tahap-tahap yang harus Anda lalui supaya lebih mudah dalam memahaminya. Berikut ini beberapa metode atau tahapan yang harus dikuasai saat menganalisis suatu transaksi keuangan: Mema...

Mengkaji Pentingnya Laporan Keuangan Perusahaan dan Jenisnya

Laporan keuangan  tidak bisa dilepaskan dari suatu perusahaan, entah itu perusahaan rintisan yang masih kecil  atau perusahaan skala besar. Dengan laporan keuangan, sebuah perusahaan bisa menunjukkan bagaimana  kondisi keuangannya, yang mencakup keuntungan, kerugian, pajak hingga  cash flow . Biasanya, laporan keuangan dibuat oleh seorang akuntan yang disewa atau dipekerjakan oleh sebuah perusahaan.  Dengan laporan keuangan yang jelas, pengelola  perusahaan bisa menunjukkan pertanggungjawabannya  dengan  baik di depan direksi atau mungkin pemegang saham. Nah, apakah laporan keuangan hanya seputar angka, untung, rugi, dan deretan tabel yang membingungkan?  Jawabannya tentu saja tidak, ada banyak hal yang harus kita ketahui dari sebuah laporan keuangan  perusahaan. Mengapa Laporan Keuangan Penting untuk Perusahaan? Laporan keuangan sangat penting untuk sebuah perusahaan. Setiap perusahaan harus memiliki akuntan terbaik  atau ...

7 Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Franchise

Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Franchise Bisnis franchise yang saat sedang banyak digandrungi mempunyai beberapa  kelebihan dan kekurangan bisnis franchise  itu sendiri. Kelebihan dalam bisnis franchise ini yang membuat sistem franchise marak dipasaran, bahkan untuk pedagang kaki lima sekalipun. Sedangkan untuk kekurangan pada sistem franchise cukup mencolok, tetapi jika diatasi dengan baik seperti dengan memanfaatkan Finata maka kekurangan dalam franchise tidak akan merugikan. Kelebihan Dalam Bisnis Franchise Kelebihan dari sistem bisnis franchise ini sangat menguntungkan bagi beberapa pihak, entah itu pihak seller dan bagi pihak vendor. Berikut ini adalah adalah kelebihan dari bisnis franchise: Sistem management sangat baik Kelebihan yang satu ini menjadi salah satu keuntungan bagi pihak mitra franchise. Dimana para seller hanya perlu menjual produk saja dan menentukan lokasi penjualan. Sebab semua telah terorganisir dengan cukup baik. Selain itu tidak perlu lag...