Skip to main content

Perbedaan Biaya dan Beban Pada Akuntansi Yang Perlu Dipahami


Perbedaan Biaya dan Beban Pada Akuntansi
Perbedaan Biaya dan Beban Pada Akuntansi
Perbedaan biaya dan beban pada akuntansi menjadi hal yang tidak asing dalam dunia bisnis
ataupun usaha. Untuk anda pebisnis dan pengusaha harus dapat memahami perbedaan
dari keduanya. Biaya dan beban ini adalah salah satu ilmu praktik dari
akuntansi. Ilmu akuntansi memang dibutuhkan oleh pengusaha dan pebisnis. Ilmu
tersebut digunakan pada perusahaan kecil sampai dengan perusahaan berkelas.
Dengan adanya ilmu akutan ini anda dapat mengetahui kondisi
usaha anda, seperti besarnya pengeluaran, laba yang didapatkan dan masih banyak
lagi. Salah satu ilmu praktik yang terpenting dalam usaha atau bisnis yaitu
biaya dan beban akuntansi. Kedua istilah ini tidak bisa dilepaskan dari sistem
akuntansi apapun. Mengapa seperti itu? Karena biaya dan beban ini memiliki
makna yang krusial bagi setiap manajemen dari keuangan perusahaan anda.
Perbedaan Biaya Dan Beban Pada Akuntansi Pengusaha Banyak orang yang menganggap bahwa beban dan biaya dalam akuntansi adalah sama. Padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Bagaimana cara mengetahui Perbedaan biaya dan beban pada akuntansi. Secara umum biaya adalah sumber ekonomi yang memang harus dikeluarkan demi kelangsungan perusahaan. Sedangkan beban yaitu penurunan ekonomi berupa penyusutan nilai aktiva atau pengeluaran uang. Berikut ini adalah perbedaanya.  
  1. Periode akuntansi
    Biaya memiliki periode lebih dari satu tahun dalam perusahaan dikarenakan dianggap sebagai pengeluaran untuk modal. Sedangkan beban memiliki periode kurang dari satu tahun dikarenakan dijadikan sebagai pengeluaran pendapatan.
  2. Posisi dalam laporan keuangan
    Biaya biasanya diletakkan dalam penyusunan neraca yang berupa biaya yang belum terpakai yang dapat digunakan untuk aktiva perusahaan. Sedangkan beban letaknya pada laporan untung dan rugi. Berarti beban ini adalah biaya yang sudah terpakai dan tidak bermanfaat untuk masa depan.
    • Biaya (berupa aktiva-aktiva yang dapat bermanfaat di masa depan, belum terpakai) yang ada di neraca.
    • Beban (tidak dapat dimanfaatkan untuk masa depan, biaya yang telah terpakai). Pada laporan laba dan rugi.
  3. Jumlah yang telah dikeluarkan
    Biaya memiliki jumlah pengeluaran yang besar dikarenakan diambil dari pengeluaran modal. Beban memiliki jumlah yang kecil dikarenakan diambil dari pengeluaran pendapatan. Dengan demikian jelas bukan perbedaaan biaya dan beban pada akuntansi.
Jika anda masih bingung bagaimana perbedaan dari keduanya berikut ini akan diberikan contohnya.
  • Contoh akun biaya,PT. Sentosa memiliki mobil yang dapat dipakai oleh perusahaan.  Mobil tersebut memiliki masa pakai kurang lebih 5 tahun. Dengan demikian mobil tersebut dapat dianggap sebagai aset tetap perusahaan. Karena penggunaanya lebih dari satu tahun makan dianggap sebagai biaya modal karena memiliki manfaat kedepannya lagi.
  • Contoh akun beban, agar dapat merasakan manfaat dari mobil tersebut, maka PT. Sentosa harus mengeluarkan biaya untuk pembelian bahan bakar dan pemeliharaan mesin setiap bulannya.
Untuk membedakannya secara akurat dapat juga melalui Software bisnis online. Kecanggihan teknologi memudahkan setiap pekerjaan manusia. Mulai dari bidang usaha sampai bidang yang lainnya. Tahukah anda untuk memulai bisnis memang diperlukan ilmu akuntansi. Setidaknya anda tahu sedikit tentangnya. Tapi hal ini kurang berlaku untuk perusahaan besar karena sudah ada yang ahli dalam bidang akuntansi.
Bagaimana jika ingin memulai usaha tapi belum tahu ilmu
akuntansi?  Hal tersebut bukanlah suatu masalah yang besar. Kenapa?  Karena sekarang sudah era digital. Banyak
pekerjaan yang terselesaikan hanya dengan Software bisnis. Software
inilah yang nantinya akan membantu mengetahui profit dari bisnis anda.
Satu-satunya software yang bisa digunakan untuk mendiagnosa
kesehatan bisnis anda adalah Finata. Sejenis software yang dapat digunakan oleh
orang awam maupun orang pandai untuk mengetahui kesehatan bisnisnya. Ternyata
bisnis itu perlu sehat juga?  Tentunya iya, bisnis yang sehat akan
menghasilkan profit yang sehat juga.
Jika anda masih kesulitan untuk membedakan antara biaya dan
beban dalam akuntansi bisa juga gunakan software Finata. Software ini dapat
memudahkan anda untuk mengelola keuangan bisnis. Karena pokok dari bisnis
adalah bagusnya keuangan perusahaan. Banyak pebisnis yang mungkin belum sadar
dengan pengelolaan keuangan, tahunya setelah mengalami krisis. Agar hal
tersebut tidak terjadi pada bisnis anda perlu software Finata.
Adanya Finata akan memudahkan anda untuk mengelola keuangan menjadi lebih mudah. Tidak harus anda lakukan secara manual, tapi dapat dilakukan secara otomatis. Finata dapat mencatat berbagai data perusahaan, transaksi, jurnal, dan membuat laporan keuangan. Selain itu bisa juga digunakan untuk memantau produksi perusahaan.
Untuk anda yang belum mengenal Finata tentunya masih bingung. Seperti halnya software yang lainnya software ini bersifat digital. Untuk lebih jelasnya berikut ini fitur unggulan yang disediakan oleh Finata.
  • Mengingatkan hutang piutang
    Anda dapat melacak adanya pembelian dan penjualan dengan pembayaran yang sudah jatuh tempo. Melacak hal yang beresiko tinggi seperti adanya penunggakan pembayaran hutang piutang ataupun kesalahan dalam pelunasan hutang perusahaan. Dengan demikian perusahaan anda terselamatkan dari hal yang tidak diinginkan karena masih memiliki tanggungan hutang.
  • Memiliki fitur koreksi yang fiskal
    Fitur ini digunakan untuk menyesuaikan wajib pajak yang dilakukan sebelum adanya perhitungan wajib pajak penghasilan (Pph) untuk semua wajib pajak. Anda dapat melihat mana yang wajib pajak dan mana yang tidak dari berbagai produk bisnis anda.
  • Memudahkan anda untuk menghitung, setor dan laporan pajak
    Software finata dapat menghitung berapa jumlah pajak yang harus dikeluarkan dengan melihat data transaksi yang berada di dashboard anda. Sehingga anda tidak susah untuk menghitungnya secara manual maupun menggunakan software lain.
  • Memiliki berbagai fitur lainnya
    Dilengkapi dengan master data, produksi, pencatatan transaksi dan jurnal, diagnosa, laporan keuangan dan utilitas serta administrasi. Data master berisi tentang kumpulan referensi perusahaan.
    • Mengelola berbagai data perusahaan, diantaranya data supplier, pelanggan, kas & bank, kode akun transaksi dan personalisasi, master satuan, template jurnal, aset tetap, kategori barang, master karyawan, persediaan gudang dan transaksi persediaan.
    • Mengelola produksi berupa persediaan bahan baku, barang dalam proses, bahan pembantu, barang jadi dan kartu produksi.
    • Memudahkan pencatatan transaksi yang mengikuti alur bisnis pada perusahaan dan urusan laporan setor pajak. Didalamnya terdapat penjualan cepat, penawaran produk, pembelian cepat, pajak, retur transaksi, pesanan penjualan, surat jalan, faktur pembelian , faktur penjualan, kebutuhan pembeli dan pesanan pembelian.
    • Mendiagnosis kesehatan perusahaan, dashboard menampilkan level kesehatan arus kaa dan sensor keuangan lainnya untuk mengetahui tingkat kesehatan bisnis. Adapun fitur dashboard yaitu trend biaya, laba, total pemasukan dan pengeluaran dab masih banyak lagi.
    • Laporan keuangan berupa laporan hutang piutang, laba rugi, koreksi fiskal dan arus kas. Selain itu ada buku besar, perubahan modal, penyusutan aset dan analisis rasio dan alarm keuangan.
    • Administrasi dan utilitas berupa riwayat pengguna, tipe hak akses, data perusahaan, pengaturan COA, reminder jatuh tempo dan User management.
Masih banyak lagi informasi yang bisa anda dapatkan dari artikel ini dan selanjutnya. Dari penjelasan apakah anda sudah mengetahui Perbedaan biaya dan beban pada akuntansiTentunya sudah memahami bukan, penjelasannya terperinci dan jelas. Jika anda masih belum memahami bisa melanjutkan pada artikel berikutnya. Terdapat berbagai informasi menarik tentang software Finata yang akan memudahkan mengelola keuangan bisnis anda.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Ilmu Akuntansi

Cara Membuat Jurnal Umum Cara membuat jurnal umum  cukup mudah bagi seseorang yang berprofesi sebagai akuntan. Namun, bagi mereka yang masih awam dengan ilmu akuntansi, tentunya merasa kesulitan dan kewalahan dalam menyusunnya. Padahal, jurnal umum menjadi tahap yang paling mendasar dalam menyusun sebuah laporan keuangan. Banyak ilmu dasar yang harus dipelajari sebagai pedoman saat mengidentifikasi setiap transaksi yang terjadi. Kesalahan dalam melakukan identifikasi dalam penyusunan jurnal umum, maka siklus selanjutnya otomatis akan keliru. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memahami ilmu dasar akuntansi sebagai pedoman awal dalam menyusun keuangan di setiap periode. Langkah Mudah Mempelajari Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Siklus Akuntansi Dalam pembuatan jurnal umum, ada tahap-tahap yang harus Anda lalui supaya lebih mudah dalam memahaminya. Berikut ini beberapa metode atau tahapan yang harus dikuasai saat menganalisis suatu transaksi keuangan: Mema...

Mengkaji Pentingnya Laporan Keuangan Perusahaan dan Jenisnya

Laporan keuangan  tidak bisa dilepaskan dari suatu perusahaan, entah itu perusahaan rintisan yang masih kecil  atau perusahaan skala besar. Dengan laporan keuangan, sebuah perusahaan bisa menunjukkan bagaimana  kondisi keuangannya, yang mencakup keuntungan, kerugian, pajak hingga  cash flow . Biasanya, laporan keuangan dibuat oleh seorang akuntan yang disewa atau dipekerjakan oleh sebuah perusahaan.  Dengan laporan keuangan yang jelas, pengelola  perusahaan bisa menunjukkan pertanggungjawabannya  dengan  baik di depan direksi atau mungkin pemegang saham. Nah, apakah laporan keuangan hanya seputar angka, untung, rugi, dan deretan tabel yang membingungkan?  Jawabannya tentu saja tidak, ada banyak hal yang harus kita ketahui dari sebuah laporan keuangan  perusahaan. Mengapa Laporan Keuangan Penting untuk Perusahaan? Laporan keuangan sangat penting untuk sebuah perusahaan. Setiap perusahaan harus memiliki akuntan terbaik  atau ...

7 Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Franchise

Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Franchise Bisnis franchise yang saat sedang banyak digandrungi mempunyai beberapa  kelebihan dan kekurangan bisnis franchise  itu sendiri. Kelebihan dalam bisnis franchise ini yang membuat sistem franchise marak dipasaran, bahkan untuk pedagang kaki lima sekalipun. Sedangkan untuk kekurangan pada sistem franchise cukup mencolok, tetapi jika diatasi dengan baik seperti dengan memanfaatkan Finata maka kekurangan dalam franchise tidak akan merugikan. Kelebihan Dalam Bisnis Franchise Kelebihan dari sistem bisnis franchise ini sangat menguntungkan bagi beberapa pihak, entah itu pihak seller dan bagi pihak vendor. Berikut ini adalah adalah kelebihan dari bisnis franchise: Sistem management sangat baik Kelebihan yang satu ini menjadi salah satu keuntungan bagi pihak mitra franchise. Dimana para seller hanya perlu menjual produk saja dan menentukan lokasi penjualan. Sebab semua telah terorganisir dengan cukup baik. Selain itu tidak perlu lag...