Skip to main content

Pengertian PPh Pasal 21 dan Ketentuan Yang Berlaku

Walaupun telah ada Pph 25, tetapi penafsiran pengertian PPh pasal 21 / sering disebut dengan Pph 21 masih dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan besarnya nilai pajak. Lalu semua ketentuan yang berkaitan dengan perpajakan juga diatur dalam Pph tersebut.

Pengertian PPh 21

Pengertian menjadi hal hal yang utama yang harus diketahui oleh semua orang. Terutama bagi
yang memegang divisi perpajakan di dalam suatu perusahaan. Berdasarkan Perdirjen
(Peraturan Direktur Jenderal) tentang pajak diatur dalam No Per – 32 / PJ /
2015.
Dari peraturan tersebut menyatakan bahwa pajak atas penghasilan yang berupa upah,
gaji, tunjangan, honorarium serta pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk
apapun. Dari pajak tersebut masih berkaitan dengan pekerjaan, kegiatan, jasa
dan jabatan yang dilakukan oleh pribadi yang menjadi subjek pajak di dalam
negeri.
Pengertian Pph pasal 21 / Pph 21 itu tersirat sebuah kata yang
berupa wajib pajak. Pengertian akan wajib pajak juga menjadi bagian dari subjek
pajak yang tidak bisa dipisahkan. Serta selalu berhubungan satu sama lain.
Sesuai dengan Pph 21, wajib pajak memiliki arti seseorang yang harus mengeluarkan
pajak atas penghasilannya. Jadi penghasilan dari orang tersebut, akan dipotong
sesuai dengan nominal yang berlaku dan diatur dalam Pph 21.

Peserta Wajib Pajak

Sesuai dengan Pph 21, ada 6 buah golongan dari peserta wajib pajak yaitu antara lain
sebagai berikut ini :
  1. Pegawai
  2. Orang yang
    telah menerima dan menggunakan dana pensiun, pesangon, tunjangan hari tua,
    termasuk para ahli warisnya.
  3. Bukan
    pegawai
Untuk peserta wajib pajak bukan pegawai, terdiri dari 12 golongan. Ke 12 golongan
tersebut antara lain sebagai berikut ini :
  • Tenaga ahli yang mempunyai pekerjaan bebas / freelance, misalnya arsitek, pengacara, akuntan, dokter, notaris, konsultan, aktuaris dan penilai.
    • Para pekerja seni, seperti musisi
      / pemain musik, penyanyi, host / pembawa acara, bintang sinetron, bintang film,
      bintang iklan, sutradara , para kru produksi film / sinetron / iklan / video
      klip, pemain drama, foto model, catwalk model, penari, pelukis, dan lain
      sebagainya.
    • Atlet / olahragawan.
    • Tenaga pengajar, moderator, penasihat,
      pelatih / coach, penceramah, tenaga penyuluh.
    • Penerjemah, pengarang, peneliti.
    • Orang yang bekerja di bidang jasa
      seperti teknisi mesin, teknisi komputer, fotografer, ahli ekonomi dan sosial.
    • Agen iklan.
    • Pengelola / pengawas proyek.
    • Pengantar pesanan, public relation, perantara.
    • Orang yang menjaga counter /
      barang dagangan.
    • Petugas asuransi.
    • Para distributor, marketing,
      direct selling, sales.
  • Para anggota dewan pengawas / dewan komisaris yang tidak memiliki jabatan rangkap
    sebagai pegawai.
  • Mantan pegawai
  • Orang yang menerima hadiah dari suatu acara yang diselenggarakan. Daftar peserta wajib
    pajak ini antara lain sebagai berikut :
    • Peserta lomba, baik itu lomba
      seni, olahraga, ilmu pengetahuan / pendidikan, teknologi, robotic dan lain
      sebagainya.
    • Peserta sidang, rapat, konferensi,
      kunjungan kerja, berbagai macam bentuk pertemuan.
    • Anggota / panitia penyelenggara.
    • Peserta pelatihan

Faktor Yang Mendasari Pengenaan Pajak

Dalam Pph 21, terdapat bagian tengah dana pengenaan pajak /
DPP ialah suatu dasar pengenaan pajak yang didapatkan dari suatu penghasilan
kena pajak. Sumber dana kena pajak berasal dari wajib pajak yang menerima
penghasilan .
Berikut ini adalah daftar dari pengenaan pajak dan
pemotongan PPh 21 :
  1. Penghasilan kena pajak / PKP berlaku bagi pegawai tetap,
    pihak yang menerima dana pensiun secara berkala, pegawai tidak tetap, bukan
    pegawai tetapi menerima suatu imbalan secara berkesinambungan.
  2. Jumlah penghasilan yang lebih dari 450.000 per hari. Baik
    itu untuk pegawai tetap, pegawai tidak tetap, tenaga freelance dan lain – lain. Sehingga besarnya penghasilan yang diperoleh mencapai
    lebih dari 4.500.000 IDR.
  3. Pemotongan sebesar 50% dari jumlah penghasilan bruto / kotor
    juga berlaku bagi pegawai dan bukan pegawai, sesuai dengan ketentuan dari
    Perdirjen Pajak No PER – 32 / PJ /
    2015 pasal 3 huruf c.
  4. Jumlah penghasilan bruto juga berlaku untuk semua penerima
    penghasilan selain penerima di atas.

Ketentuan PPh 21

Dalam setiap profesi, biasanya memiliki ketentuan – ketentuan yang berbeda. Untuk ketentuan bagi yang tidak
memiliki NPWP yaitu :
  1. Untuk pihak penerima penghasilan dan tidak memiliki NPWP
    akan dikenakan pemotongan PPh 21 sebesar 20%. Nilai tersebut jauh lebih besar
    daripada yang mempunyai NPWP.
  2. Besarnya pemotongan PPh harus dilakukan sesuai yang
    tercantum pada ayat 1. Besarnya pemotongan tersebut mencapai 120%. Hal ini juga
    sekaligus menjadi sangsi karena tidak memiliki NPWP.
  3. Pemotongan PPh sebesar 120% hanya sebagai ketentuan yang
    sifatnya tidak final. Jadi jumlah persentase dapat berubah.
  4. Khusus untuk pegawai tetap / penerima pensiun akan dikenakan
    pemotongan PPh yang bahkan jauh lebih tinggi daripada persentase Pph pada ayat
    1.
Baca juga : Jenis Pajak Hiburan
Selain mempunyai berbagai ketentuan pajak, ada pula sebuah penghasilan yang tidak dikenakan PPh sama sekali. Hal ini mungkin menjadi sangat istimewa dari semua ketentuan wajib pajak yang ada.
Inilah ketentuan dari penghasilan yang tidak dikenakan pajak :
  1. Besarnya wajib pajak untuk diri sendiri sebesar 54.000.000 IDR.
  2. 4.500.000 IDR sebagai tambahan untuk wajib pajak bagi yang
    telah berkeluarga.
  3. 54.000.000 IDR sebagai tambahan bagi istri yang mempunyai
    penghasilan yang digabung dengan penghasilan dari suami.
  4. Tambahan sebesar 4.500.000 IDR bagus setiap anggota keluarga
    yang sedarah serta keluarga semenda yang memiliki garis keturunan lurus.
    Tambahan tersebut juga berlaku bagi anak angkat yang telah mempunyai tabungan
    pribadi. Maksimal orang yang menerima tambahan hanya 3 orang.
Dari ketentuan tersebut, ada beberapa batasan akan PTKP
(Penghasilan Tidak Kena Pajak). Batasan yang pertama yaitu bagi yang mempunyai
penghasilan kotor yang lebih dari 4.500.000 IDR dalam sebulan. Batasan kedua
yaitu penghasilan harus dibayarkan secara bulanan,
Ketiga jenis penghasilan harus berupa honorarium dan bukan
merupakan penghasilan utama. Keempat, komisi yang dibayarkan terhadap petugas
dinas dan penjaga barang di luar asuransi.
Selain ketentuan besarnya Pph yang tidak memiliki NPWP dan
penghasilan tidak kena pajak, ada pula ketentuan tentang pengurangan pajak
khusus bagi bukan pegawai. Ada 2 buah ketentuan dalam pengurangan Pph, yaitu :
  1. Pengurangan Pph yang akan diperoleh bukan pegawai dalam
    bentuk PTKP. Dengan syarat telah mempunyai NPWP dan hanya menerima penghasilan
    dari sebuah hubungan kerja .
  2. Untuk menerima PTKP, harus melakukan administrasi terlebih
    dahulu. Dengan menyerahkan fotokopi NPWP pribadi dan suami, fotokopi kk dan
    fotokopi surat nikah.
Dari pengertian PPh pasal 21 dan beberapa ketentuannya, membuat NPWP sangat penting. Perbandingannya dapat diketahui dengan jelas dari Finata. Software pajak Finata juga dapat menjadi suatu acuan / referensi dalam mengetahui besarnya nilai Pph dengan mudah dan efektif.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Ilmu Akuntansi

Cara Membuat Jurnal Umum Cara membuat jurnal umum  cukup mudah bagi seseorang yang berprofesi sebagai akuntan. Namun, bagi mereka yang masih awam dengan ilmu akuntansi, tentunya merasa kesulitan dan kewalahan dalam menyusunnya. Padahal, jurnal umum menjadi tahap yang paling mendasar dalam menyusun sebuah laporan keuangan. Banyak ilmu dasar yang harus dipelajari sebagai pedoman saat mengidentifikasi setiap transaksi yang terjadi. Kesalahan dalam melakukan identifikasi dalam penyusunan jurnal umum, maka siklus selanjutnya otomatis akan keliru. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memahami ilmu dasar akuntansi sebagai pedoman awal dalam menyusun keuangan di setiap periode. Langkah Mudah Mempelajari Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Siklus Akuntansi Dalam pembuatan jurnal umum, ada tahap-tahap yang harus Anda lalui supaya lebih mudah dalam memahaminya. Berikut ini beberapa metode atau tahapan yang harus dikuasai saat menganalisis suatu transaksi keuangan: Mema...

Mengkaji Pentingnya Laporan Keuangan Perusahaan dan Jenisnya

Laporan keuangan  tidak bisa dilepaskan dari suatu perusahaan, entah itu perusahaan rintisan yang masih kecil  atau perusahaan skala besar. Dengan laporan keuangan, sebuah perusahaan bisa menunjukkan bagaimana  kondisi keuangannya, yang mencakup keuntungan, kerugian, pajak hingga  cash flow . Biasanya, laporan keuangan dibuat oleh seorang akuntan yang disewa atau dipekerjakan oleh sebuah perusahaan.  Dengan laporan keuangan yang jelas, pengelola  perusahaan bisa menunjukkan pertanggungjawabannya  dengan  baik di depan direksi atau mungkin pemegang saham. Nah, apakah laporan keuangan hanya seputar angka, untung, rugi, dan deretan tabel yang membingungkan?  Jawabannya tentu saja tidak, ada banyak hal yang harus kita ketahui dari sebuah laporan keuangan  perusahaan. Mengapa Laporan Keuangan Penting untuk Perusahaan? Laporan keuangan sangat penting untuk sebuah perusahaan. Setiap perusahaan harus memiliki akuntan terbaik  atau ...

7 Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Franchise

Kelebihan Dan Kekurangan Bisnis Franchise Bisnis franchise yang saat sedang banyak digandrungi mempunyai beberapa  kelebihan dan kekurangan bisnis franchise  itu sendiri. Kelebihan dalam bisnis franchise ini yang membuat sistem franchise marak dipasaran, bahkan untuk pedagang kaki lima sekalipun. Sedangkan untuk kekurangan pada sistem franchise cukup mencolok, tetapi jika diatasi dengan baik seperti dengan memanfaatkan Finata maka kekurangan dalam franchise tidak akan merugikan. Kelebihan Dalam Bisnis Franchise Kelebihan dari sistem bisnis franchise ini sangat menguntungkan bagi beberapa pihak, entah itu pihak seller dan bagi pihak vendor. Berikut ini adalah adalah kelebihan dari bisnis franchise: Sistem management sangat baik Kelebihan yang satu ini menjadi salah satu keuntungan bagi pihak mitra franchise. Dimana para seller hanya perlu menjual produk saja dan menentukan lokasi penjualan. Sebab semua telah terorganisir dengan cukup baik. Selain itu tidak perlu lag...