Skip to main content

Pelaku Bisnis Startup, Perhatikan 4 Poin Penting Ini Sebelum Membayar Pajak

Bisnis startup sekilas tampak serupa dengan usaha lain. Namun, dalam pengenaan pajak untuk bisnis rintisan, jawabannya tidak sesederhana memberi kisaran angka tarif semata. Ada banyak faktor yang berperan saat menentukan pengenaan pajak pada suatu usaha. Misalnya, transaksi dilakukan dengan siapa saja, cara melakukan transaksi, kapan dan jumlah transaksi tersebut, hingga apa yang diperjualbelikan perusahaan. 
Maka, pemerintah memberlakukan pajak startup bagi bisnis rintisan supaya bisa berkembang. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberlakukan aturan pengenaan pajak demi mendorong kemajuan perusahaan, melalui pengenaan tarif pajak yang lebih murah. Hal serupa juga berlaku bagi pelaku usaha kecil. 

4 Poin Penting Pajak Startup

Kebanyakan pendiri bisnis rintisan masih awam soal pajak, bisa jadi termasuk Anda. Oleh karena itu, Anda wajib memperhatikan 4 poin penting terkait urusan pajak berikut ini.

1. Batas penghasilan per tahun kena pajak

Perusahaan rintisan dengan penghasilan kurang dari Rp4,8 miliar per tahun tidak dikenakan pajak. Di sini perusahaan rintisan berada pada kelompok yang sama dengan UMKM. Tuntutan harus berbadan hukum dan pengenaan pajak pun belum berlaku pada perusahaan tersebut. Namun, untuk jangka panjang, pelaku usaha rintisan harus membuat badan hukum seperti PT (Perusahaan Terbatas) atau CV (comanditaire ventshap atau persekutuan komanditer) agar bisa berinvestasi.

2. Gunakan rekening bisnis untuk transaksi keuangan Anda bukan rekening pribadi

Sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat bahwa pemakaian rekening pribadi guna kepentingan usaha jadi cara jitu menghindari pengenaan pajak. Padahal, perilaku demikian berpotensi memicu masalah baru jika petugas pajak mengetahuinya. Oleh karena itu, menggunakan rekening bisnis alih-alih rekening pribadi menjadi langkah awal bijak dalam merintis bisnis Anda. 
Selain itu, meski skala usaha Anda tergolong kecil, tetap lakukan pendaftaran NPWP. Hal ini akan bermanfaat jangka panjang, terutama ketika Anda berniat mendirikan perusahaan atau membeli aset perusahaan.

3. Pengenaan PPN dalam transaksi

Menyandang status PKP berarti bisnis rintisan mempunyai kewajiban membayar PPN. Anda mungkin menganggap PPN sebagai beban karena konsumen kerap mengeluh harga yang lebih tinggi setelah dikenakan PPN. Padahal, Anda dapat menerima kembali selisih PPN yang dibayarkan dengan PPN yang diterima dari konsumen.

4. Pengenaan PPh lebih besar

Benar bahwa usaha rintisan dengan penghasilan di bawah Rp4,8 miliar boleh memilih untuk tidak menjadi PKP. Namun, bisnis Anda tetap dikenakan PPh Final 0,5% dari pendapatan bruto. Justru opsi menyandang status PKP lebih menguntungkan. Dengan status PKP, pengenaan PPh sebesar 25% dari pendapatan bersih terasa lebih masuk akal.

Finata, Software Keuangan Andalan UMKM dengan Fitur Pajak

Untuk mengelola bisnis startup lebih mudah, Anda bisa menggunakan Finata.  Salah satu fitur andalan sistem akuntansi berbasis web ini adalah Kelola Pajak. Fitur tersebut membuat Anda lebih mudah mengelola kewajiban pajak melalui mekanisme setor dan lapor pajak rutin, baik bulanan atau tahunan. 
Selain itu, tersedia pula fitur koreksi fiskal yang dapat membuat laporan keuangan internal dan fiskal pajak, lengkap dengan analisisnya. Jadi, Anda bisa memperoleh perhitungan pajak online dengan mudah dan cepat.
Yuk, segera registrasi perusahaan rintisan Anda di Finata sekarang!

Comments

Popular posts from this blog

Bisnis dan Market Place Terus Berubah, Siasati dengan 5 Tips Bisnis Ini

Dalam bisnis, tidak ada sesuatu yang pasti kecuali perubahan itu sendiri.  Perubahan pasar  berdampak signifikan pada keberlangsungan sebuah bisnis. Tren pasar yang berubah-ubah membuat pelaku usaha juga harus terus mengembangkan bisnisnya agar tetap bisa memperoleh keuntungan. Keberadaan  market place  online   turut andil dalam perubahan bisnis di Indonesia. Saat ini banyak pelaku usaha, termasuk UMKM, yang melebarkan sayapnya dengan memasarkan produk secara  online.  Ada yang berhasil, ada pula yang belum sukses karena masih meraba-raba pasar atau belum terbiasa dengan teknologi. Daftar isi: 1. Pelajari Kebutuhan Pasar 2. Mengidentifikasi Segmen Pasar 3. Melakukan Pemasaran Secara Kreatif 4. Membenahi Sistem Akuntansi Perusahaan 5. Evaluasi Bisnis Itu Penting Oleh karena itu, supaya usaha Anda tetap bisa berjalan mengikuti perkembangan pasar ,  siasati dengan melakukan 5  tips bisnis  berikut. ...

Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Ilmu Akuntansi

Cara Membuat Jurnal Umum Cara membuat jurnal umum  cukup mudah bagi seseorang yang berprofesi sebagai akuntan. Namun, bagi mereka yang masih awam dengan ilmu akuntansi, tentunya merasa kesulitan dan kewalahan dalam menyusunnya. Padahal, jurnal umum menjadi tahap yang paling mendasar dalam menyusun sebuah laporan keuangan. Banyak ilmu dasar yang harus dipelajari sebagai pedoman saat mengidentifikasi setiap transaksi yang terjadi. Kesalahan dalam melakukan identifikasi dalam penyusunan jurnal umum, maka siklus selanjutnya otomatis akan keliru. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memahami ilmu dasar akuntansi sebagai pedoman awal dalam menyusun keuangan di setiap periode. Langkah Mudah Mempelajari Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Siklus Akuntansi Dalam pembuatan jurnal umum, ada tahap-tahap yang harus Anda lalui supaya lebih mudah dalam memahaminya. Berikut ini beberapa metode atau tahapan yang harus dikuasai saat menganalisis suatu transaksi keuangan: Mema...

Mengkaji Pentingnya Laporan Keuangan Perusahaan dan Jenisnya

Laporan keuangan  tidak bisa dilepaskan dari suatu perusahaan, entah itu perusahaan rintisan yang masih kecil  atau perusahaan skala besar. Dengan laporan keuangan, sebuah perusahaan bisa menunjukkan bagaimana  kondisi keuangannya, yang mencakup keuntungan, kerugian, pajak hingga  cash flow . Biasanya, laporan keuangan dibuat oleh seorang akuntan yang disewa atau dipekerjakan oleh sebuah perusahaan.  Dengan laporan keuangan yang jelas, pengelola  perusahaan bisa menunjukkan pertanggungjawabannya  dengan  baik di depan direksi atau mungkin pemegang saham. Nah, apakah laporan keuangan hanya seputar angka, untung, rugi, dan deretan tabel yang membingungkan?  Jawabannya tentu saja tidak, ada banyak hal yang harus kita ketahui dari sebuah laporan keuangan  perusahaan. Mengapa Laporan Keuangan Penting untuk Perusahaan? Laporan keuangan sangat penting untuk sebuah perusahaan. Setiap perusahaan harus memiliki akuntan terbaik  atau ...