Skip to main content

Mengapa Organisasi Non-Profit Harus Memakai Sistem Akuntansi?

Organisasi non-profit memang berbeda dengan organisasi bisnis lain. Perbedaan paling utama terletak pada cara mendapatkan sumber daya guna menunjang aktivitas operasional. Biasanya, pendapatan diperoleh dari anggota atau pihak lain, tetapi tidak mengharapkan imbalan dari organisasi. Maka, jenis transaksi yang dilakukan tidak sama dengan organisasi bisnis pada umumnya. Jadi, sistem keuangan non-profit juga dikelola lewat pendekatan berbeda.

1. Karakteristik Organisasi Non-profit

Anda perlu memahami lebih dulu bagaimana karakteristik organisasi ini untuk mengenali standar akuntansi yang berlaku. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut. 
  1. Para penyumbang menjadi sumber daya entitas dan tidak mengharapkan manfaat ekonomi apa pun.
  2. Organisasi bisa menghasilkan barang atau jasa, tetapi tidak bertujuan mengambil laba. Jika menghasilkan laba, besaran jumlahnya tidak dibagikan kepada pendiri, melainkan untuk tujuan pengembangan organisasi.
  3. Berbeda dengan organisasi bisnis, organisasi ini tidak mengakui kepemilikan. Maka, organisasi ini tidak dapat dialihkan, dijual, atau ditebus kembali. Selain itu, tidak ada jaminan proporsi pembagian sumber daya entitas ketika terjadi pembubaran atau likuidasi.

2. Standar Akuntansi Organisasi Non-profit

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 45 menjadi rujukan dalam mengelola sistem keuangan organisasi ini. Melihat karakteristik di atas tadi, maka pengukuran jumlah aliran pemasukan kas dari anggota atau donatur menjadi ukuran kinerja organisasi. Kemudian hal ini tertuang dalam laporan keuangan yang dipresentasikan di hadapan kreditur dan pemasok dana lain sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi. 
Terkait laporan keuangan organisasi, berikut beberapa poin yang perlu Anda ketahui.
  1. Laporan keuangan bertujuan menyediakan informasi relevan guna memenuhi kepentingan penyumbang, anggota, kreditur, atau pihak lain yang berperan sebagai sumber daya organisasi. 
  2. Laporan keuangan menjadi referensi dalam menilai:A. Pemberian jasa oleh organisasi tersebut, termasuk kemampuannya untuk konsisten melakukan pemberian jasa ituB. Cara pengurus mengelola operasional organisasi
  3. Laporan keuangan menyajikan informasi berikut:A. Jumlah dan sifat aktiva, serta kewajiban dan aktiva bersih organisasiB. Pengaruh transaksi atau situasi lain yang berpotensi mengubah nilai dan sifat aktiva bersihC. Jenis dan jumlah arus masuk serta keluar sumber daya dalam periode tertentu, berikut hubungan keduanyaD. Cara organisasi mendapatkan dan membelanjakan kas maupun pinjamanE. Usaha jasa yang dijalani organisasi.

3. Mengapa Perlu Sistem Akuntansi?

Setelah Anda memahami karakteristik dan laporan keuangan organisasi non-profit, pertanyaan berikutnya adalah mengapa perlu sistem akuntansi? Jawabannya jelas, meski organisasi tidak mencari keuntungan, tetapi tetap membutuhkan laporan keuangan dalam menjalankan usahanya. Laporan keuangan ini menjadi bahan bagi para stakeholder untuk menilai kinerja organisasi tersebut, serta sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus atas kewajiban dan tugas yang diembannya. 
Kini, membuat laporan keuangan organisasi non-profit lebih mudah dan aman dengan  Finata. Tidak hanya cocok untuk usaha UMKM, software akuntansi berbasis web ini punya fitur Laporan Lengkap yang memudahkan Anda membuat laporan keuangan internal lengkap dengan analisisnya. 
Ayo, registrasi organisasi Anda di Finata sekarang!

Comments

Popular posts from this blog

Bisnis dan Market Place Terus Berubah, Siasati dengan 5 Tips Bisnis Ini

Dalam bisnis, tidak ada sesuatu yang pasti kecuali perubahan itu sendiri.  Perubahan pasar  berdampak signifikan pada keberlangsungan sebuah bisnis. Tren pasar yang berubah-ubah membuat pelaku usaha juga harus terus mengembangkan bisnisnya agar tetap bisa memperoleh keuntungan. Keberadaan  market place  online   turut andil dalam perubahan bisnis di Indonesia. Saat ini banyak pelaku usaha, termasuk UMKM, yang melebarkan sayapnya dengan memasarkan produk secara  online.  Ada yang berhasil, ada pula yang belum sukses karena masih meraba-raba pasar atau belum terbiasa dengan teknologi. Daftar isi: 1. Pelajari Kebutuhan Pasar 2. Mengidentifikasi Segmen Pasar 3. Melakukan Pemasaran Secara Kreatif 4. Membenahi Sistem Akuntansi Perusahaan 5. Evaluasi Bisnis Itu Penting Oleh karena itu, supaya usaha Anda tetap bisa berjalan mengikuti perkembangan pasar ,  siasati dengan melakukan 5  tips bisnis  berikut. ...

Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Ilmu Akuntansi

Cara Membuat Jurnal Umum Cara membuat jurnal umum  cukup mudah bagi seseorang yang berprofesi sebagai akuntan. Namun, bagi mereka yang masih awam dengan ilmu akuntansi, tentunya merasa kesulitan dan kewalahan dalam menyusunnya. Padahal, jurnal umum menjadi tahap yang paling mendasar dalam menyusun sebuah laporan keuangan. Banyak ilmu dasar yang harus dipelajari sebagai pedoman saat mengidentifikasi setiap transaksi yang terjadi. Kesalahan dalam melakukan identifikasi dalam penyusunan jurnal umum, maka siklus selanjutnya otomatis akan keliru. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memahami ilmu dasar akuntansi sebagai pedoman awal dalam menyusun keuangan di setiap periode. Langkah Mudah Mempelajari Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Siklus Akuntansi Dalam pembuatan jurnal umum, ada tahap-tahap yang harus Anda lalui supaya lebih mudah dalam memahaminya. Berikut ini beberapa metode atau tahapan yang harus dikuasai saat menganalisis suatu transaksi keuangan: Mema...

Mengkaji Pentingnya Laporan Keuangan Perusahaan dan Jenisnya

Laporan keuangan  tidak bisa dilepaskan dari suatu perusahaan, entah itu perusahaan rintisan yang masih kecil  atau perusahaan skala besar. Dengan laporan keuangan, sebuah perusahaan bisa menunjukkan bagaimana  kondisi keuangannya, yang mencakup keuntungan, kerugian, pajak hingga  cash flow . Biasanya, laporan keuangan dibuat oleh seorang akuntan yang disewa atau dipekerjakan oleh sebuah perusahaan.  Dengan laporan keuangan yang jelas, pengelola  perusahaan bisa menunjukkan pertanggungjawabannya  dengan  baik di depan direksi atau mungkin pemegang saham. Nah, apakah laporan keuangan hanya seputar angka, untung, rugi, dan deretan tabel yang membingungkan?  Jawabannya tentu saja tidak, ada banyak hal yang harus kita ketahui dari sebuah laporan keuangan  perusahaan. Mengapa Laporan Keuangan Penting untuk Perusahaan? Laporan keuangan sangat penting untuk sebuah perusahaan. Setiap perusahaan harus memiliki akuntan terbaik  atau ...