Skip to main content

Langkah Bijak Menentukan Kebutuhan Modal Usaha

Untuk memulai sebuah usaha, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah modal. Tanpa modal apa pun, mustahil sebuah perusahaan dapat mulai bergerak. Modal usaha memang bukan hanya berbentuk uang atau materi, tetapi juga tenaga atau skill.
Besar kebutuhan modal usaha tentu berbeda-beda bergantung pada jenis bisnis yang akan dilakukan. Lalu, apakah ada rumus atau tips untuk menentukan kebutuhan modal usaha yang ideal?

1. Mengenal Jenis Modal Usaha

Secara umum, perkiraan modal awal untuk membuka usaha terdiri atas 2 jenis, yaitu capital expenses dan operational expensesCapital expenses adalah modal yang dibutuhkan untuk membeli fixed asset (aset tetap) berupa peralatan usaha, kendaraan, dan perlengkapan kerja. Ini adalah aset yang dapat digunakan berkali-kali karena memiliki masa pakai yang lama.
Sementara itu, operational expenses adalah modal yang dibutuhkan untuk operasional usaha, contohnya gaji karyawan, sewa tempat, biaya listrik, dan biaya telepon. Anda perlu menyiapkan anggaran untuk membayar operational expenses secara berkala.
Selain capital expenses dan operational expenses, ada pula jenis modal lain yang harus disediakan, yaitu modal untuk stok. Besarnya disesuaikan dengan target omzet dan jumlah stok yang diperlukan untuk mencapai omzet tersebut.

2. Menghitung Modal Usaha

Setelah mengenal jenis-jenis modal usaha yang perlu disediakan pada awal bisnis, Anda bisa mulai membuat perkiraan jumlah modal yang dibutuhkan. Modal awal adalah capital expenses ditambah dengan operational expenses. Khusus operational expenses, Anda memerlukan anggaran cadangan untuk minimal 3-6 bulan pertama.
Dana cadangan ini sangat penting karena usaha baru biasanya belum meraih keuntungan sesuai target yang diharapkan. Nah, Anda bisa membayar operasional produksi pada 3-6 bulan pertama dengan menggunakan dana cadangan. Apabila bisnis sudah mulai menghasilkan, operational expenses dapat diambil dari keuntungan usaha tersebut.

3. Bijak Mengelola Modal Usaha

Modal yang sedikit tidak perlu menjadi halangan untuk memulai sebuah usaha. Cobalah cari alternatif lain yang masih terjangkau. Lakukan penghematan pada bagian-bagian tertentu apabila memungkinkan. Sebagai contoh, jika Anda ingin membangun bisnis kuliner, tidak perlu memaksakan diri membeli peralatan memasak yang terlalu mahal. Untuk ruangan kerja, carilah tempat yang disewakan dengan harga terjangkau.
Strategi ini akan membantu Anda untuk berani memulai usaha meskipun hanya dapat memenuhi kebutuhan modal bisnis seadanya. Untuk selanjutnya, Anda bisa memercayakan pengelolaan keuangan tersebut pada Finata. Ini adalah sebuah platform yang dapat memberikan informasi terkait kegiatan keuangan, membantu Anda mengambil keputusan yang tepat, serta menyediakan informasi untuk pihak luar.

Comments

Popular posts from this blog

Bisnis dan Market Place Terus Berubah, Siasati dengan 5 Tips Bisnis Ini

Dalam bisnis, tidak ada sesuatu yang pasti kecuali perubahan itu sendiri.  Perubahan pasar  berdampak signifikan pada keberlangsungan sebuah bisnis. Tren pasar yang berubah-ubah membuat pelaku usaha juga harus terus mengembangkan bisnisnya agar tetap bisa memperoleh keuntungan. Keberadaan  market place  online   turut andil dalam perubahan bisnis di Indonesia. Saat ini banyak pelaku usaha, termasuk UMKM, yang melebarkan sayapnya dengan memasarkan produk secara  online.  Ada yang berhasil, ada pula yang belum sukses karena masih meraba-raba pasar atau belum terbiasa dengan teknologi. Daftar isi: 1. Pelajari Kebutuhan Pasar 2. Mengidentifikasi Segmen Pasar 3. Melakukan Pemasaran Secara Kreatif 4. Membenahi Sistem Akuntansi Perusahaan 5. Evaluasi Bisnis Itu Penting Oleh karena itu, supaya usaha Anda tetap bisa berjalan mengikuti perkembangan pasar ,  siasati dengan melakukan 5  tips bisnis  berikut. ...

Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Ilmu Akuntansi

Cara Membuat Jurnal Umum Cara membuat jurnal umum  cukup mudah bagi seseorang yang berprofesi sebagai akuntan. Namun, bagi mereka yang masih awam dengan ilmu akuntansi, tentunya merasa kesulitan dan kewalahan dalam menyusunnya. Padahal, jurnal umum menjadi tahap yang paling mendasar dalam menyusun sebuah laporan keuangan. Banyak ilmu dasar yang harus dipelajari sebagai pedoman saat mengidentifikasi setiap transaksi yang terjadi. Kesalahan dalam melakukan identifikasi dalam penyusunan jurnal umum, maka siklus selanjutnya otomatis akan keliru. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memahami ilmu dasar akuntansi sebagai pedoman awal dalam menyusun keuangan di setiap periode. Langkah Mudah Mempelajari Cara Membuat Jurnal Umum Dalam Siklus Akuntansi Dalam pembuatan jurnal umum, ada tahap-tahap yang harus Anda lalui supaya lebih mudah dalam memahaminya. Berikut ini beberapa metode atau tahapan yang harus dikuasai saat menganalisis suatu transaksi keuangan: Mema...

Mengkaji Pentingnya Laporan Keuangan Perusahaan dan Jenisnya

Laporan keuangan  tidak bisa dilepaskan dari suatu perusahaan, entah itu perusahaan rintisan yang masih kecil  atau perusahaan skala besar. Dengan laporan keuangan, sebuah perusahaan bisa menunjukkan bagaimana  kondisi keuangannya, yang mencakup keuntungan, kerugian, pajak hingga  cash flow . Biasanya, laporan keuangan dibuat oleh seorang akuntan yang disewa atau dipekerjakan oleh sebuah perusahaan.  Dengan laporan keuangan yang jelas, pengelola  perusahaan bisa menunjukkan pertanggungjawabannya  dengan  baik di depan direksi atau mungkin pemegang saham. Nah, apakah laporan keuangan hanya seputar angka, untung, rugi, dan deretan tabel yang membingungkan?  Jawabannya tentu saja tidak, ada banyak hal yang harus kita ketahui dari sebuah laporan keuangan  perusahaan. Mengapa Laporan Keuangan Penting untuk Perusahaan? Laporan keuangan sangat penting untuk sebuah perusahaan. Setiap perusahaan harus memiliki akuntan terbaik  atau ...